Hei Para SUAMI! Beginilah Sakitnya ISTERIMU Ketika Melahirkan ANAK KAMU, Masih SANGGUPKAH kamu menyakiti hatinya?

loading...

Hei Para SUAMI! Beginilah Sakitnya ISTERIMU Ketika Melahirkan ANAK KAMU, Masih SANGGUPKAH kamu menyakiti hatinya?



Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.
Melahirkan, Perjuangan Hidup Mati Ibu untuk Sang Buah Hati




Perjuangan seorang ibu untuk melahirkan sang buah hati sering diibaratkan sebagai perjuangan hidup dan mati. Mungkin agak berlebihan, tetapi tidak bisa dipungkiri ada banyak risiko yang dihadapi para ibu selama proses persalinan.

Bayangkan saja, sejak bulan-bulan pertama kehamilan sang ibu sudah harus merasakan morning sickness atau mual muntah dan gampang pusing di pagi hari. Belum lagi jika ngidam makanan yang susah dicari, si ibu jugalah yang menanggung semuanya.

Kurang lebih 9 bulan kemudian, fase melahirkan pun tiba dan perjuangan hidup dan mati segera dimulai. Nyeri perut bagian bawah akan menjalar sampai ke belakang, disertai rasa ingin buang air besar yang disertai keluarnya lendir atau bahkan darah.

Fase ini bisa berlangsung selama 12 jam untuk anak pertama, atau lebih pendek yakni sekitar 6 jam untuk anak kedua dan seterusnya. Selama itu pula, ibu menahan rasa sakit hingga pecah ketuban. Kadang-kadang, ketuban pecah duluan sebelum fase melahirkan selesai.

Besaran rasa sakit saat melahirkan bersifat sangat individual. Ini sangat wajar. Di ujung masa kehamilan, otot-otot di daerah rahim akan berkontraksi untuk membuka jalan lahir bagi bayi. Saat berkontraksi, otot akan mengerut kencang sehingga menghambat aliran darah di dalamnya.

Ingin tahu seperti apa rasanya? Kesakitan yang ditimbulkan oleh kontraksi otot rahim kurang lebih mirip dengan rasa yang muncul ketika jemari diikat karet dengan kencang. Terhentinya aliran darah, itulah yang menyakitkan. “Melahirkan memang sakit dan itu pasti,” jelas dr Achmad Mediana SpOG.

Tiap perempuan akan mengalami rasa sakit yang berbeda derajatnya sepanjang proses melahirkan. Ada yang di pembukaan satu dan dua saja sudah sangat kesakitan. “Tetapi, ada juga yang sudah bukaan delapan hingga bayi keluar sempurna, justru tak merasakan sakit yang berarti,” ucap dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di Kemang Medical Centre ini.

Meski demikian, Dr Frits tidak tahu persis mengapa disebut sebagai perjuangan hidup dan mati. Dalam prosesnya memang terkadang terasa sangat sakit, namun semua itu terbayar lunas dengan kebahagiaan saat buah hatinya lahir dalam kondisi sehat.




Apapun itu, perjuangan seorang ibu saat melahirkan buah hatinya tidak pernah mudah. Baik normal ataupun caesar, selalu butuh banyak pengorbanan baik fisik, mental maupun material. Semua demi lahirnya sebuah kehidupan dalam wujud sesosok bayi mungil yang lucu.

Tahap Pertama: Ketika Bayi Siap Keluar, Terjadi Kontraksi yang Menyebabkan Otot-Otot Rahim Menegang. Kandung Kemih, Rektum, Tulang Belakang, dan Tulang Pubik Menerima Tekanan Kuat dari Rahim.

Proses melahirkan terkadang diawali oleh kontraksi Braxton Hicks alias kontraksi palsu. Disebut demikian karena munculnya tidak teratur dan rasa keram perut perlahan sirna. Setelah itu, kontraksi persalinan datang dengan teratur dengan kemunculan semakin lama semakin cepat. Misalnya, kontraksi awal datang setiap 10 menit sekali yang kemudian berubah semakin cepat menjadi dua menit sekali. Proses ini akan berlangsung kurang lebih satu jam.


Tahap Kedua: Ketika Kepala Bayi Mulai Turun ke Saluran Rahim, Terjadi Tekanan Berikutnya. Ibu Merasakan Sakit yang Menjalar dari Bawah Punggung ke Bagian Bawah Perut hingga Kaki.

Selanjutnya, ibu hamil akan masuk pada tahap pembukaan yang terdiri atas dua fase. Pembukaan dimulai dengan fase awal, yakni dari satu sentimeter sampai empat sentimeter. Pada fase ini, kontraksi akan timbul kira-kira dua menit sekali.

Tahap Ketiga: Ketika Bayi Muncul di Bibir kemaluan, Perineum atau Jaringan di Antara lubang kemaluan dan lubang pantat akan Terentang Kencang.

Lanjut ke pembukaan empat sentimeter dan seterusnya, kontraksi akan semakin hebat dan terasa sekitar tiga sampai empat kali dalam 10 menit. Bila sudah mencapai bukaan ke sepuluh, barulah disebut bukaan sempurna. Bayi akan keluar pada tahap ini.

Terkadang, banyak ibu yang tidak tahan akan sakitnya rasa kontraksi. Belum lagi bukaan akhir, mereka menyerah dan memilih melahirkan secara caesar.

Wahai para pria, jangan pernah menyakiti wanita lagi oke?
loading...

0 Response to " Hei Para SUAMI! Beginilah Sakitnya ISTERIMU Ketika Melahirkan ANAK KAMU, Masih SANGGUPKAH kamu menyakiti hatinya?"

Post a Comment

facebook KLIK PANGKAH 2 KALI UNTUK TUTUP Button Close